Pernyataan lengkap首席执行官Telegram tentang pemblokiran di Indonesia

2019
05/22
01:03

澳门游戏网址/ 国际/ Pernyataan lengkap首席执行官Telegram tentang pemblokiran di Indonesia

2017年7月16日上午10:06发布
更新时间:2017年7月16日上午10:14

EFEKTIF? Pengamat terorisme Ali Fauzy menganggap pemblokiran aplikasi pesan pendek Telegram tidak akan efektif untuk memberantas terorisme。 Foto oleh AFP

EFEKTIF? Pengamat terorisme Ali Fauzy menganggap pemblokiran aplikasi pesan pendek Telegram tidak akan efektif untuk memberantas terorisme。 Foto oleh AFP

印度尼西亚雅加达 - Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya memblokir sebagian aplikasi Telegram pada Jumat,14 Juli。 Akses yang diblokir yakni berupa 11 域名系统(DNS)yang digunakan di komputer。 Aplikasi pesan pendek tersebut masih bisa digunakan melalui ponsel tanpa ada kendala。

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara beralasan aplikasi itu kerap dijadikan pilihan oleh para teroris untuk berkomunikasi dan menyebarkan ajaran radikal,termasuk panduan membuat bom。 Dia mengatakan ada puluhan ribu halaman yang mengandung materi terorisme terdapat di ragam channel Telegram。

“Di Telegram,kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme,radikalisme,membuat bom,dan lainnya.Semua ada.Jadi harus diblok,karena kita anti radikalisme,”kata Rudiantara pada Jumat kemarin seperti dikutip 。

首席执行官电报Pavel Durov sebelumnya sudah membuat pernyataan melalui akun Twitter。 Ketika menjawab keluhan dari seorang warga网,Durov mengaku belum menerima keluhan dari Pemerintah印度尼西亚。

Tetapi,pagi ini,Durov mengklarifikasi pernyataannya itu。 Dia mengatakan aksi pemblokiran ini hanya kesalahpahaman komunikasi antara Pemerintah Indonesia dengan Telegram。

Berikut pernyataan lengkap pendiri Durov di channel resminya pada Minggu,16 Juli tentang pemblokiran yang dilakukan oleh Kemenkominfo terhadap aplikasi tersebut。

“Banyak dari pengguna awal Telegram datang dari Indonesia dan saat ini kami telah memiliki jutaan pengguna di negara yang indah ini。 Secara pribadi,saya sangat menyukai印度尼西亚 - saya pernah berkunjung beberapa kali dan memiliki banyak teman di di sana。

Jadi saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika merencanakan pemblokiran Telegram di Indonesia。 Ternyata Kemenkominfo sempat mengirimkan电子邮件berisi daftar 公共频道 yang digunakan oleh para teroris,dan tim kami tidak sempat memproses laporan tersebut dengan cepat。

Sayangnya,saya tidak mengetahui permintaan ini,yang menyebabkan adanya miskomunikasi antara kami dengan Kemenkominfo。 Untuk memperbaiki situasi ini,kami akan menerapkan tiga tahapan solusi berikut:

  1. Kami telah memblokir seluruh 公共渠道杨berkaitan dengan teroris杨sebelumnya telah dilaporkan kepada kami oleh Kemenkominfo。
  2. Kami telah membalas电子邮件Kemenkominfo untuk membangun hubungan komunikasi langsung,sehingga kami dapat bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan memblokir宣传teroris di masa depan。
  3. Kami telah membentuk tim版主khusus yang mengerti bahasa dan budaya印度尼西亚琼脂dapat memproses laporan tentang konten terorisme dengan lebih cepat dan akurat。

电报memang dienkripsi dengan kuat dan berorientasi pada privasi pengguna,tetapi kami bukan rekan dari teroris - bahkan,setiap bulan kami memblokir ribuan public channel yang berkaitan dengan ISIS dan mempublikasikannya di channel @isiswatch。 Secara terus menerus kami juga mencoba untuk lebih efisien dalam mencegah宣传teroris serta selalu terbuka dengan ide-ide baru untuk memperkuat upaya ini。

Kami telah mengirimkan email untuk Kemenkominfo mengenai tiga solusi yang kami tawarkan tersebut dan sedang menunggu balasan dari mereka。 Saya yakin kita akan bisa secara efisien memberantas宣传teroris tanpa harus mengganggu jutaan pengguna Telegram lainnya di Indonesia。 Saya akan terus memberikan kabar terkini lewat channel ini tentang perkembangan Telegram di Indonesia dan di seluruh dunia。

Lalu,apa komentar dari Kemkominfo mengenai pernyataan Durov itu? Direktur Jenderal Aptika Samuel Abrijani Pangerapan mengaku sudah membaca pernyataan Durov melalui channel Telegram。 Tetapi,dia belum membaca电子邮件resmi yang dikirim tim Telegram kepada Kemkominfo。

“Ini kan hari libur dan saya sedang berada di luar kota,jadi belum sempat mengecek,”ujar Samuel ketika dihubungi Rappler pada Minggu,16 Juli。

Dia mengatakan akan segera memproses dan mengambil keputusan apakah akan mencabut pemblokiran sebagian itu。 Informasi lengkapnya,kata Samuel,akan disampaikan oleh Kemkominfo dalam jumpa pers yang digelar pada Senin esok。 - dengan laporan Santi Dewi / Rappler.com

免责声明:本文来自澳门游戏网址新闻客户端自媒体,不代表澳门游戏网址的观点和立场。